10. Gan Ning(Wu)
Gan
Ning adalah seorang jenderal Wu pada Zaman Tiga Negara. Gan Ning
sebelumnya adalah seorang perompak. Ia menaruh berberapa bel di
bajunya, sehingga musuh tahu kalau dia datang. Setelah menjadi perompak,
ia direkrut menjadi bawahan Huang Zu dan Liu Biao. Saat Sun Quan
menyerang Huang Zu, Gan Ning berhasil membunuh Ling Cao, salah satu
jenderal bawahan Sun Quan sekaligus ayah dari Ling Tong. Hal ini yang
membuat Ling Tong sempat dendam dan antipati terhadapnya. Setelah Huang
Zu dikalahkan Yuan Shao, Gan Ning menjadi bawahan Yuan Shao. Zhou Yu
dan Lu Meng sangat menyambutnya ke Wu. Jasanya juga dipakai dalam
Pertempuran Chibi. Namun dia dibunuh oleh Sha Moke pada saat pertempuran
Wu melawan Shu di pertempuran Yiling.
9. Xiao Hou Dun(Wei)
Xiahou Dun adalah jendral perang negara Wei. Ia masih berkerabat dengan Cao Cao karena ayahnya diadopsi oleh keluarga Cao.
X
iahou Dun, Yuanrang ditata, adalah keturunan Xiahou Ying, seorang
jenderal yang terkenal yang melayani Liu Bang, dan keduanya seorang
komandan berbakat dan pejabat sipil. Dia adalah seorang buronan ketika
ia bergabung dengan Cao Cao dengan saudaranya, Xiahou Yuan. Dia
berjuang bersama mereka di pertempuran Si Shui Gate, dan Hu Lao gate,
untuk menggulingkan Dong Zhuo tiran. Setelah jatuhnya Dong Zhuo, Lu Bu
melarikan diri ke Liu Bei, dan akhirnya mencuri puri Xia Pi dari dia.
Ketika
Cao Cao diminta untuk membantu, Xiahou Dun pergi dengan dia. Di sana,
sebagai pemimpin van, Xiahou Dun adalah pengisian garis musuh, ketika
Cao Xing menembaknya dalam mata dengan panah. Ajaibnya tidak
terbunuh, Xiahou Dun dikutip sebagai memiliki berkata, "Darah dari ayah
saya, esensi dari ibu saya, saya tidak bisa membuang ini pergi!" Dia
kemudian makan matanya off panah, dan dibebankan Cao Xing, membunuh
dia dengan tombak luka pada wajah.
Terpaksa
mundur karena cedera, Xiahou Dun yang kemudian dikenal sebagai "Buta
Xiahou". Nama panggilan membuatnya marah ketika ia mendengar hal itu,
serta refleksi nya. Beliau memperoleh beberapa penghargaan, dan Bupati
Marshal di bawah Cao Cao. Dia meninggal sekitar satu tahun setelah
tuannya tewas di AD 220.
8. Lu Xun(Wu)
Lu Xun (183-245) adalah seorang Jenderal Wu pada Zaman Tiga Negara. Ia menikahi anak perempuan dari Sun Ce.
Jasa-Jasa Penting
• Bekerjasama dengan Lu Meng, dia mengatur rencana untuk menangkap Guan Yu dan sukses merebut kembali Jing.
•
Saat Pertempuran Yi Ling, dia menjadi komandan tertinggi, dan berhasil
menciptakan kemenangan besar bagi Wu dan mengakibatkan kekalahan besar
bagi Liu Bei danpasukan raksasanya.
7. Cao Cao(Wei)
Kemenangan
terbesarnya adalah Pertempuran Guan Du menaklukkan Yuan Shao yang pada
saat itu merupakan jenderal perang terbesar di wilayah utara Tiongkok.
Setelah penaklukan itu, ia resmi menjadi perdana menteri dan berhasil
mempersatukan Tiongkok utara.
Setelah
menggapai kedudukan sebagai perdana menteri, Cao Cao kemudian
menyusun kekuatan untuk invasi ke Tiongkok selatan yang waktu itu
dikuasai oleh Liu Bei dan Sun Quan. Battle of Chibi adalah pertempuran
di antara Cao Cao melawan aliansi Liu Bei dan Sun Quan. Cao Cao kalah
telak dalam peperangan terkenal sepanjang sejarah Tiongkok ini.
Ia
memaklumatkan diri sebagai Raja Wei. Sepeninggalnya, anaknya Cao pi
kemudian memaklumatkan diri sebagai Kaisar Wei dan sekaligus berdirinya
negara Cao Wei. Selanjutnya, Cao Cao diangkat statusnya menjadi Kaisar
Wei Wudi.
6. Ma Chao(Shu)
Ma
Chao bernama lengkap Ma Mengqi , putra tertua dari Ma Teng, seorang
jendral pada Zaman Tiga Negara. Dalam novel Kisah Tiga Negara karangan
Luo Guan Zhong, Ma Chao juga dikenal sebagai anggota dari Lima
Panglima Harimau dari negeri Shu Han.
5. Zhang Fei (Zhang Yide)(Shu)
Zhang Fei berasal dari daerah Zhuo dan
telah berteman dengan Liu Bei dan Guan Yu sejak muda. Guan Yu yang
lebih tua beberapa tahun menjadi kakak angkat Zhang Fei. Liu Bei
bergabung di bawah komando Cao Cao saat penaklukkan Lu Bu. Pada masa
itu, Zhang Fei mengikuti Liu Bei ke Xu Du, dan diangkat menjadi
Zhonglang Jiang. Di kemudian hari, Liu Bei meninggalkan Cao Cao untuk
bergabung dengan Yuan Shao,lalu Liu Biao.
Pada
awalnya, Zhang Fei dianggap lebih payah daripada Guan Yu, di luar
dari kekuatan dan keperkasaannya, tetapi penasehat Cao Wei seperti
Cheng Yu mengatakan bahwa Guan Yu dan Zhang Fei "mampu bertarung
melawan selaksa pasukan". Guan Yu baik terhadap anak buahnya tetapi
besar kepala terhadap kesatria lainnya. Sebaliknya, Zhang Fei
menghormati kesatria, tetapi kasar terhadap anak buahnya. Liu Bei
sering mengingatkannya, "Engkau membunuh secara berlebihan dan sering
menghajar prajuritmu. Hati-hati suatu saat engkau akan mendapat
masalah dengan anak buahmu." Walaupun ia agak khawatir tetapi ia tidak
juga berubah.
Ketika Liu Bei
melakukan ekspedisi melawan Dong Wu, Zhang Fei menggerakkan sekitar
100 ribu pasukan dari Langzhong untuk bertemu dengan pasukan utama di
Jiangzhou. Sebelum ia tiba, anak buahnya yang bernama Zhang Da dan Fan
Jiang membunuhnya dan membawa kepalanya pada Sun Quan sambil
menyerahkan diri. Ketua penyelia di markas Zhang Fei langsung
melaporkan kejadian itu kepada Liu Bei yang langsung berkata "Zhang Fei
telah mati!" Zhang Fei diberi gelar anumerta Marquis YueHeng. Putra
tertuanya, Zhang Bao meninggal di usia muda, sedangkan putra keduanya
Zhang Shao menggantikan ayahnya dan diangkat sebagai pejabat istana dan
sekretaris negara. Putra Zhang Bao, Zhang Zun juga diangkat menjadi
sekretaris negara dan mengikuti Zhuge Zhan ke Mianzhu, di mana ia
terbunuh dalam pertempuran melawan Deng Ai.
4. Liu Bei(Shu)
(

Setelah
melewati beberapa peperangan dengan Dong Wu dan Cao Wei, atas desakan
Zhuge Liang, Liu Bei mengumumkan dirinya sebagai Kaisar pada bulan
April tahun 221. Perang terakhirnya adalah melawan negeri Dong Wu
sebagai aksi balas dendam setelah ekspedisi Wu yang mengakibatkan
terbunuhnya Guan Yu. Liu Bei dikalahkan oleh Lu Xun, jendral dari Sun
Quan di Yiling. Liu Bei menetap di Bai Di Cheng pasca kekalahan
tersebut. Pada bulan April tahun 223, Liu Bei meninggal karena sakit dan
dimakamkan di Hui Ling. Ia diberi gelar anumerta "Raja Zhao Di" (Shu
Han Zhao Lie Di).
3.Zhao Yun(Shu)
Zhao Yun (168-229), bernama lengkap
Zhao Zilong, yang berarti anak naga, lahir di Zhending, propinsi Chang
shan (sekarang Hebei, China bagian utara). Zhao Yun dikenal sebagai
satu diantara Lima Jendral Harimau yang mengabdi kepada Liu Bei.
Sewaktu
pertempuran di Chang Ban (sekarang, dekat kota Yichang, Propinsi
Hebei), pada tahun 208 M, Zhao Yun diutus untuk menyelamatkan istri dan
anak Liu Bei, Liu Chan yang masih bayi. Ketika Zhao Yun sampai di
sana, istri Liu Bei tidak mau membebani Zhao Yun, karena jalan
kembalinya sangat berbahaya. Maka Zhao Yun membawa sendiri anak Liu
Bei dengan mengendarai kudanya, dan menerobos kepungan pasukan Cao Cao
yang jumlahnya sangat banyak, dengan berani Zhao Yun mempertaruhkan
nyawanya selama perjalanan kembali dengan menembus dan mengalahkan
banyak pasukan Cao Cao dengan seorang diri.
Tahun
227 M, Zhao Yun, dikenal sebagai jendral tanpa tanding di Shu,
ditemani Zhuge Liang melakukan ekspedisi utara pertama menuju Hanzhong.
Pada musim semi berikutnya, Zhao diperintahkan untuk memimpin barisan
melalui Yegu, untuk mengalihkan perhatian musuh terhadap pasukan inti
Liu Bei, yang berbaris melalui Qishan. Zhao Yun bertemu pasukan Wei
yang dipimpin oleh jendral Cao Zhen yang terkenal. Setelah berhasil
menahan gempuran serangan pasukan Wei, Zhao Yun menarik pasukannya
secara teratur. Ia dikaruniai gelar "jendral yang memelihara
Perdamaian Dalam Armada".
Sekitar
tahun 229 M, Zhao Yun wafat di Hanzhong. Kematiannya ditangisi oleh
banyak pasukan dan perwira Shu. Ia menerima anugrah anumerta Marquis
Shunping dari Liu Chan pada tahun 261 M.
Zhao
Yun mempunyai dua orang anak laki-laki, Zhao Tong dan Zhao Guang.
Zhao Guang menjadi bawahan jendral Jiang Wei, dan gugur di medan
pertempuran di Ta Zhong.
2. Guan Yu(Shu)
Guan Yu (160 - 219) adalah seorang
jenderal terkenal dari Zaman Tiga Negara. Guan Yu dikenal juga sebagai
Kwan Kong, Guan Gong, atau Kwan Ie, dilahirkan di kabupaten Jie,
wilayah Hedong (sekarang kota Yuncheng, provinsi Shanxi), ia bernama
lengkap Guan Yunchang atau Kwan Yintiang.
Guan
Yu merupakan jenderal utama Negara Shu Han, ia bersumpah setia
mengangkat saudara dengan Liu Bei (kakak tertua) dan Zhang Fei (adik
terkecil).
1. Lu Bu
Lu Bu adalah seorang jenderal
terkenal dari penghujung zaman Dinasti Han dan Tiga Negara.Lu Bu dengan
ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda bernama
Terwelu Merah yang dikenal karena daya tahannya dalam pertempuran.
Ia
walaupun sangat lihai bertarung, namun juga adalah seorang yang
menghalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya. Lü Bu pertama kali
mengabdi kepada Ding Yuan, yang kemudian berkomplot bersama He Jin
untuk membunuh para menteri istana sepeninggal Kaisar Lingdi dan naik
pangkat menjadi letnan jenderal. Lu Bu merupakan seseorang yang penuh
dengan sifat khianat, tidak ragu membunuh kedua ayah angkatnya yaitu
Ding Yuan dan Dong Zhuo.









Komentar
Posting Komentar